Sabtu, 09 Desember 2017

CARA MENGHEMAT ENERGI

Energi sangat penting bagi kehidupan manusia. Hampir semua kegiatan memerlukan energi. Sumber energi ada dua macam, yaitu yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui. Jika dipakai terus, apakah sumber energi dapat habis?
Sumber energi yang dapat diperbarui meliputi hewan, tumbuhan, air, dan udara. Sumber energi ini dapat dihasilkan lagi. Sumber energi ini tidak dapat habis walaupun digunakan terus-menerus.
Sumber energi yang tidak dapat diperbarui meliputi minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Sumber energi ini akan habis jika dipakai terus menerus. Jadi, kita harus menghemat penggunaannya.

1.    Cara Menghemat Energi di Lingkungan Rumah
a. Kayu Bakar
Kayu bakar merupakan sumber energi panas. Kayu bakar biasanya digunakan untuk bahan bakar tungku kayu. Kayu sebagian besar dihasilkan dari hutan. Hutan sebagai tempat tumbuh pepohonan kini jumlahnya sangat terbatas. Penghematan kayu bakar dapat dilakukan dengan cara seperti berikut.
1) Menggunakan kayu bakar seperlunya.
2) Apabila selesai memasak, api segera dimatikan.

b. Minyak Tanah
Minyak tanah merupakan sumber energi yang sering digunakan di rumah. Minyak tanah digunakan sebagai bahan bakar kompor minyak. Penghematan minyak tanah dapat dilakukan dengan cara seperti berikut.
1) Menggunakan kompor seperlunya.
2) Jangan membiarkan kompor menyala jika tidak untuk memasak!
3) Jagalah kebersihan sumbu kompor sehingga dapat menghasilkan panas yang maksimal!

c. Bensin
Bensin digunakan sebagai bahan bakar motor. Penghematan bensin dapat dilakukan dengan cara berikut.
1) Jangan menghidupkan mesin motor atau mobil jika tidak digunakan!
2) Jika jarak yang dituju cukup dekat, pakailah sepeda atau berjalan kaki!

d. Bahan bakar  seperti batu bara, minyak bumi dan gas bumi.
Bahan bakar seperti batu bara, minyak bumi, dan gas bumi juga merupakan sumber energi. Batu bara, minyak bumi, dan gas bumi banyak digunakan untuk menghasilkan listrik. Batu bara, minyak bumi, dan gas bumi jumlahnya sangat terbatas. Akibatnya tarif listrik menjadi semakin mahal. Oleh karena itu, kita harus menghemat penggunaan listrik. Cara menghemat penggunaan energi listrik sebagai berikut.
a. Mematikan lampu dan alat listrik lainnya jika sedang tidak digunakan. Misalnya, jika tidak ada yang menonton televisi, segera matikan televisinya.
b. Menggunakan alat listrik yang hemat energi. Misalnya, menggunakan jenis lampu yang hemat energi.

e. Air
Air juga merupakan sumber energi yang sering digunakan di rumah. Air yang mengalir seperti air terjun dapat menghasilkan energi gerak. Energi gerak ini digunakan untuk memutar baling-baling turbin. Gerakan baling-baling turbin ini kemudian menggerakkan generator sehingga dapat menghasilkan energi listrik. Oleh karena itu, kita juga harus menghemat penggunaan air. Cara menghemat penggunaan air sebagai berikut.
a. Mematikan kran air setelah selesai dipakai.
b. Menggunakan air untuk hal-hal yang penting, misalnya memasak dan mandi.

2.    Cara Menghemat Energi di Lingkungan Sekolah
Kamu juga dapat berperan serta dalam menghemat energi. Misalnya, jika jarak rumah dengan sekolahmu dekat, pakailah sepeda atau berjalan kaki saat berangkat atau pulang sekolah.
Tindakan ini dapat menghemat energi bahan bakar kendaraan.
Saat belajar di kelas, kamu dapat menghemat energi listrik. Misalnya dengan mematikan lampu di kelas jika suasananya sudah terang. Selain itu, kamu juga dapat menghemat penggunaan air. Jangan membuang-buang air dan segera mematikan kran air setelah selesai menggunakannya.

sumber : http://hastikadea.blogspot.co.id/2017/01/cara-menghemat-energi.html

3 Cara Melestarikan Bumi

  Apakah kalian sudah mendengar tentang lapisan ozon yang mulai menipis,?? Tentunya pasti sudah tau kan. Tapi yang jadi pertanyaan besar MENGAPA sebagian dari kita masih tetap mengabaikan ancaman tersebut. padahal kalian udah pada tau kan bahwa ancaman tersebut berakibat fatal bagi umat manusia. Lapisan ozon yang mulai menipis tentunya akan mengurangi jumlah oksigen di Bumi kita. mulai sekarang yuu kita sama-sama menjaga dan melestarikan Bumi. toh itu semua tentunya untuk kebaikan anak-anak dan cucu-cucu kuta nanti. ada banyak sekali cara untuk menjaga dan melestarikan Bumi kita, nah disini saya akan berikan 3 saja dari sekian banyak cara untuk menjaga dan melestarikan Bumi kita.

1. Mendaur Ulang
     Daripada kita buang atau kita bakar sampah-sampah yg ada di sekitar kita, tentunya itu akan mencemari bumi kita bukan,? yu mulai sekarang kita ubah kita daur ulang sampah-sampah yg tidak terpakai tersebut menjadi barang-barang cantik yg memiliki harga jual sangat tinggi. lebih baik kan,?

2. Penghijauan
     kita cegah global warming dengan menanam kebali tanaman atau pohon-pohonan di tengah kota, itu akan penguarangi polusi kendaraan yg sangat kotor, dan tentunya akan menambah udara menjadi sejuk.

3. Mengurangi Popukaritas sampah
     cara mengurangi popularitas sampah dapat dilakukan dengan cara mengurangi mengkonsumsi makanan atau memakai barang-barang yang memakai kemasan-kemasan. karena dari situlah popularitas sampah menjadi tinggi.


sumber : http://paranoid-site.blogspot.co.id/2013/01/3-cara-melestarikan-bumi.html

Susuna Tata Surya

Susunan tata surya terdiri dari matahari, planet-planet dan satelit alami planet, asteroid, meteorid, komet. Matahari sebagai pusat tata surya di kelilingi oleh anggota tata surya yang lainnya. Lintasan benda benda langit mengelilingi matahari disebut orbit.

Matahari merupakan anggota penyusun tatasurya yang memancarkan cahaya sendiri. Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan bumi. Suhu di inti matahari sekitar 35.000.000 ⁰C dan pada bagian tepinya hanya 6000⁰C. Matahari berputar pada sumbunya dari arah barat ke timur.

Anggota tatasurya yang lainnya ialah planet. Planet merupakan benda langit yag tidak memancarkan cahaya. Ada 8 planet yang ada ditatasurya kita, seperti yang terlihat pada gambar 1.

Berikut susunan planet dalam tatasurya :
a. Merkurius
Merupakan planet yang jaraknya paling dekat dengan matahari. Hal itu menyebabkan suhu pada permukaan merkurius sangat panas. Merkurius dapat dilihat dari bumi dengan mata telanjang pada sore hari setelah matahari terbenam maupun pada pagi hari sebelum matahari terbit.
b. Venus
Merupakan planet yang jaraknya paling dekat dengan bumi. Venus tersusun dari lapisan silikat yang tipis, besi dan unsur berat lainnya. Venus juga disebut dengan bintang fajar dan bintang timur karena venus terlihat dari bumi sesaat sebelum matahari terbit.
c. Bumi

Merupakan satu-satunya planet di tatasurya yang dapat dihuni oleh makhluk hidup. Bumi mempunyai satelit alami yaitu bulan.
d. Mars
Merupakan planet yang jaraknya dekat dengan bumi. Mars juga dkenal sebagai planet merah. Mars mempunyai dua satelit alami yaitu Phobos dan Deimos.
e. Jupiter
Merupakan planet terbesar dalam tatasurya. Jupiter mempunyai 16 satelit alami.
f. Saturnus
Ciri khas planet ini ialah mempunyai cincin yang mengitarinya dan merupakan planet terbesar kedua di dalam
tatasurya setelah jupiter. Saturnus mempunyai 17 satelit alami.
g. Uranus
Ciri khas uranus ialah berwarna hijau kebiru biruan karena atmosfernya banyak mengandung metana, hidrogen dan helium. Uranus mempunyai 15 satelit alami.
h. Neptunus
Merupakan planet yang jaraknya paling jauh dari matahari sehingga suhunya sangat dingin. Neptunus mempunyai 8 satelit alami.

Susunan tata surya juga terdiri dari asteroid, yaitu planet-planet kecil yang bentuknya tidak teratur. Orbit asteroid terletak diantara orbit planet mars dan planet jupiter.

Meteor atau yang biasa disebut dengan bintang jatuh juga merupakan benda langit yang memasuki atmosfer bumi. Sedangkan meteorid merupakan meteor yang mecapai permukaan bumi. Metor dan metorid merupakan anggota penyusun tatasurya.
meteor 
Satelit merupakan benda langit yang bergerak mengelilingi planet dan bersama-sama dengan planet bergerak mengelilingi matahari. Selain itu satelit juga berputa rpada porosnya. Bulan merupakan salah satu satelit.

Komet atau yang disebut bintang berekor merupakan anggota penyusun tatasurya yang tersusun dari kumpulan debu dan es. Komet halley merupakan komet yang mendekati bumi setiap 76 tahun sekali.
 

Sumber : http://www.areabaca.com/2015/02/susunan-tata-surya.html

Gunung Meletus: Pengertian, Penyebab, Tanda- tanda, dan Dampak

Gunung merupakan salah satu sumber daya alam (baca: sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak) yang ada di dunia. Gunung adalah salah satu tonjolan yang ada di permukaan bumi. Di dalam tonjolan gunung terdapat saluran lurus berbentuk vertikal semacam pipa alami. Pipa ini menghubungkan antara perut bumi dengan permukaan Bumi atau kerak bumi. Perut bumi berisi bermacam- macam cairan panas, seperti bataun cair dan juga magma. Suatu saat magma dan material yang ada di perut bumi akan mengalami kejenuhan. Atau diakibatkan oleh getaran bumi (gempa bumi tektonik), magma yang ada di dalam perut bumi ini akan keluar ke permukaan bumi (baca: bentuk permukaan bumi) secara berkala. Magma ini keluar ke permukaan bumi melalui pipa alami yang menjulang tinggi di dalam gunung. Ketika magma keluar melalui pipa alami tersebut, maka inilah yang dinamakan gunung meletus. Sehingga seolah- olah gunung meletus mengeluarkan berbagai material dari dalam bumi.
Penyebab Gunung Meletus
Peristiwa gunung meletus merupakan peristiwa besar. Gunung meletus juga dikategorikan sebagai salah satu bencana alam, maka dari itulah sangat perlu untuk diperhatikan. Karena jika tidak maka bisa menimbulkan hal yang sangat fatal dan menimbulkan banyak korban jiwa. Gunung meletus, kedatangannya disebabkan karena berbagai hal. Gunung meletus tidak akan meletus dengan sendirinya tanpa ada suatu penyebab apapun. Penyebab gunung meletus bisa berasal dari dalam bumi. Beberapa hal yang menyebabkan gunung meletus atau penyebab gunung meletus antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Peningkatan terjadinya gempa vulkanik
Salah satu penyebab gunung meletus adalah peningkatan frekuensi terjadinya gempa vulkanik (baca: jenis gempa bumi). Peningkatan gempa vulkanik ini ditandai dengan terjadinya aktivitas- aktivitas yang tidak biasa pada gunung berapi. Peningkatan terjadinya gempa vulkanik ini misalnya dengan terjadinya gempa puluhan kali yang tercatat dalam Seismograf yakni alat pengukur getaran gempa bumi. Selain itu terjadinya peningkatan aktivitas seismik dan peristiwa vulkanis lainnya disebabkan oleh pergerakan magma yang ada di dalam bumi, hidrotermal yang berlangsung di dalam perut bumi. Jika terjadinya gempa dan aktivitas seismik lainnya ini mengalami peningkatan selama beberapa hari, maka status gunung api tersebut harus ditingkatkan ke level waspada. Dan ketika memasuki level waspada, maka masyarakat segera diberikan penyuluhan, melakukan penilaian bahaya dan juga potensi untuk naik tingkat ke level selanjutnya, agar lebih siap dan waspada apabila sewaktu- waktu terjadi kondisi yang tidak diinginkan. Pengecekan kembali sarana serta pelaksanaan shift pemantauan juga harus selalu dilakukan.
  1. Pergerakan tektonik pada lapisan bumi
Penyebab gunung meletus yang lainnya adalah pergerakan lempeng tektonik yang terjadi pada lapisan bumi. Pergerakan tektonik yang terjadi pada struktur lapisan bumi di bawah gunung, misalnya gerakan lempeng dapat menyebabkan meningkatnya tekanan pada dapur magma dan pada akhirnya akan membuat magma tersebut terdorong ke atas hingga berada tepat di bawah kawah. Ketika terjadi kondisi ini, maka tanda yang terjadi di atas bumi adalah banyak binatang yang berada di sekitar gunung tersebut bermigrasi dan juga terlihat gelisah. Selain itu, suhu di kawah juga meningkat sehingga membuat air tanah di sekitar gunung menjadi kering.
  1. Terjadinya deformasi badan gunung
Penyebab dari gunung meletus yang selanjutnya adalah karena adanya deformasi di badan gunung. Hal ini disebabkan oleh peningkatan gelombang magnet dan juga listrik sehingga dapat menyebabkan perubahan pada struktur lapisan batuan (baca: jenis batuan penyusun lapisan bumi) gunung yang dapat mempengaruhi bagian dalam, misalnya dapur magma yang volumenya mengecil, atau bisa pula saluran yang menghubungkan kawah dengan dapur magma.
  1. Lempeng- lempeng Bumi yang saling berdesakan
Gunung meletus juga dapat terjadi karena adanya lempeng- lempeng Bumi yang saling berdesakan antara satu sama lain. Hal ini menyebabkan tekanan besar menekan dan juga mendorong permukaan bumi sehingga menimbulkan berbagai macam gejala tektonik lainnya, vulkanik serta meningkatkan aktivitas geologi dari gunung. Lempeng merupakan salah satu bagian dari kerak bumi yang terus bergerak setiap saat. Pegunungan atau gunung merupakan zona dimana kedua lempeng tersebut saling bertemu, desakan lempeng bisa juga dapt menjadi penyebab dalam perubahan struktur dalam gunung berapi.
  1. Adanya tekanan yang sangat tinggi
Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya letusan gunung berapi, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Berbagai penyebab gunung meletus seperti yang telah dijelaskan di atas mendorong cairan magma untuk bergerak ke atas dan masuk ke saluran kawah dan keluar. Apabila di sepanjang perjalanan magma dalam menyusiri saluran kawah tersebut mengalami sumbatan, maka bisa menimbulkan ledakan yang besar yang dikenal dengan ledakan gunung berapi. Semakin besar tekanan dan juga volume magma nya, maka semakin kuat ledakan yang ada terjadi.
Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya gunung meletus. Hal- hal yang telah disebutkan di atas kebanyakan berasal dari dalam bumi. Penyebab- penyebab tersebut tidak dapat kita lihat dari luar bumi, namun pengaruhnya sangat besar sebagai penyebab terjadinya gunung meletus.
Tanda- tanda Gunung akan Meletus
Gunung meletus dicantumkan sebagai salah satu bencana alam di bumi ini, karena dapat menyebabkan berbagai macam kerugian dan juga kerusakan. Namun sebagai salah satu jenis bencana alam, gunung meletus diketegorikan sebagai bencana alam yang masih dapat diantisipasi. Hal ini karena gunung meletus datangnya selalu disertai oleh tanda- tanda tertentu sehingga semuanya bisa diantisipasi dari awal agar tidak terdapat korban jiwa dan kerugian material bisa diantisipasi serendah mungkin. Ketika tanda- tanda tersebut datang, maka sebagai masyarakat (khususnya yang berada di sekitar gunung berapi) harus waspada dan segera melakukan tindakan.
Selain memiliki tanda- tanda tertentu akan kedatangannya, gunung yang akan meletus pun mempunyai statusnya masing- masing. Dengan demikian sebelum gunung masuk ke dalam status awas, lingkungan yang ada di sekitar gunung tersebut segera dikosongkan, supaya tidak menimbulkan satu pun korban jiwa. Karena sangat penting kehadiran tanda- tanda sebagai sinyal, maka kita sangat perlu untuk mengetahui beberapa tanda- tanda atau ciri- ciri gunung meletus. Beberapa tanda- tanda gunung meletus antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Suhu di sekitar gunung tersebut meningkat
Tanda atau ciri dari gunung api akan meletus yang pertama adalah meningkatnya suhu udara yang ada di sekitar gunung berapi tersebut. Peningkatan suhu ini terutama dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar lereng gunung tersebut ataupun kaki gunung. Naiknya suhu disekitar gunung berapi disebabkan oleh aktivitas magma yang semakin banyak atau semakin meningkat sehingga akan berkumpul di dekat permukaan bumi. Dengan demikian, suhu panas yang dimiliki oleh magma tersebut akan merambat hingga mempengaruhi lapisan tanah yang ada atau yang menyusun badan gunung tersebut. Untuk penjelasan yang lebih sederhana mengenai naiknya suhu disekitar gunung ini adalah karena magma naik mendekati permukaan bumi, sehingga jaraknya lebih dekat dengan permukaan bumi dan suhunya terasa semakin panas.
  1. Mata air di seitar gunung mengering
Tanda atau ciri gunung akan meletus selanjutnya adalah mata air (baca: proses terjadinya mata air) yang ada di sekitar gunung tersebut telah mengering. Mengenai mata air yang mengering ini, pada dasarnya alasannya adalah sama, yakni semkain meningkatnya suhu di sekitaran gunung berapi. Apabila magma yang ada di perut bumi (baca: inti bumi) mengalami kenaikan hingga mendekati permukaan bumi, maka suhu yang kita rasakan pun semakin panas. Akibatnya sumber air atau mata air yang berada di sekitar gunung tersebut akan kepanasan pula. Seperti sifat air yang kepanasan, mata air tersebut akan menguap menjadi gas- gas dan terbang ke atas. Akibatnya jumlah air manjadi semakin sedikit karena banyak yang telah menguap, lalu mata air tersebut akan mengering. Alasan mengapa air yang ada di dalam tanah ini menguap karena ketika magma naik ke atas, pada lapisan tanah tertentu akan terasa sangat panas, hingga dapat mengeringkan sumber air yang ada di dalam tanah tersebut.
  1. Tumbuhan yang berada di sekitar gunung layu
Tanda atau ciri- ciri gunung berapi akan mengalami erupsi atau meletus yang selanjutnya adalah tumbuhan yang berada di sekitar gunung tersbeut menjadi layu. Masih sama seperti alasan sebelumnya, bahwa sumber dari kekeringan dan kelayuan tanaman adalah suhu panas yang datang dari magma yang naik ke atas. Suhu panas yang ada di dalam panas dapat membuat tanaman- tanaman menjadi layu, terlebih panasnya ini meningkat secara signifikan. Efeknya akan lebih parah daripada layu akibat musim kemarau. Karena ketika magma terkumpul tepat di balik gunung, ada salah satu lokasi dimana magma dapat bergerak ke atas dekat dengan lapisan tanah. Hal inilah yang menyebabka tumbuhan layu, bahkan mati seketika.
  1. Hewan- hewan liar yang tinggal di gunung lari ke bawah atau turun gunung
Tanda lainnya yang juga mencolok dan dapat dilihat oleh manusia yang berada di kaki gunung adalah, banyak binatang liar yang tinggal di lereng gunung berbondong- bondong turun ke bawah. Hal ini sudah dapat dipastikan karena binatang- binatang tersebut merasa tidak nyaman berada di atas akibat suhu yang bertambah panas, bahkan sangat panas. Binatang- binatang tersebut turun gunung untuk menjauhi panas yang menyengat dan menuju ke kaki gunung, bahkan ke pemukiman warga. Binatang- binatang yang turun ini merupakan bianatang liar yang habitatnya berada di gunung tersebut, sehingga diantara dari mereka mungkin terlihat asing. Ketika hal ini sudah terjadi, maka manusia harus waspada, bukan hanya terhadap turunnya binatang liar, namun juga terhadap status dari gunung berapi tersebut.
  1. Sering terdengar suara gemuruh gunung adalah
Tanda selanjutnya adalah sering terdengarnya suara gemuruh. Suara gemuruh ini berasal dari dalam gunung. Suara gemurung ini terjadi karena peningkatan aktivitas dari magma yang berada di perut bumi. Biasanya, suara gemuruh ini terjadi pada waktu malam hari. maka dari itulah rata- rata pada gunung berapi yang akan mengalami erupsi, mereka mengeluarkan suara gemuruh yang semakin lama semakin sering. Bahkan frekuensi keluarnya suara gemuruh tersebut bisa puluhan kali terjadi dalam satu malam. Suara gemuruh ini semacam menandakan adanya tanda- tanda gunung tersebut seolah- olah akan longsor.
  1. Sering terjadinya gempa vulkanik
Tanda gunung akan meletus yang selanjutnya adalah sering terjadinya gempa vulkanik (baca: jenis gempa bumi). Gempa vulkanik merupakan gempa yang berasal dari aktivitas gunung berapi. Aktivitas gunung berapi ketika akan meletus yang paling banyak adalah berupa aktivitas magma di dalam perut bumi. Magma yang semakin aktif di dalam perut bumi selain menimbulkan suara yang gemuruh juga akan menimbulkan getaran- getaran. Getaran- getaran inilah yang pada akhirnya sampai hingga ke permukaan bumi dan kita menyebutnya sebagai gempa. Gempa yang ditimbulkan karena aktivitas gunung berapi ini memanglah tidak terlalu besar. Gempa vulkanik umumnya lebih kecil daripada gempa tektonik. Gempa vulkanik ini akan sering kita rasakan, terlebih oleh masyarakat yang ada di sekitar gunung tersebut. Semakin mendekati gunung akan meletus maka intensitas terjadinya gempa akan semakin tinggi. gempa vulkanik akan sering terjadi, baik yang berkekuatan sangat rendah maupun yang besar. Semua aktivitas kegempaan vulkanik akan dicatat oleh alat pengukur gempa bumi, yakni seismograf yang dimiliki oleh Badan Meteorologi dan Geofisika di sekitar wilayah gunung tersebut. Gempa vulkanik ini akan semakin kita rasakan terlebih pada malam hari, karena mungkin aktivitas kita juga lebih tenang. Pada satu malam saja kita bisa merasakan hingga puluhan kali gempa yang terjadi.
  1. Keluarnya awan panas
Selain suara gemuruh dan gempa vulkanik, tanda dari gunung akan meletus selanjutnya adalah terdapat awan panas. Awan panas merupakan asap yang dikeluarkan oleh gunung berapi sebagai tanda bahwa gunung tersebut mempunyai aktivitas magma yang tinggo dan siap untuk erupsi. Awan panas dari gunung berapi ini berupa kepulan asap berwarna terkadang putih dan terkadang coklat yang mana keluarnya bisa dalam jumlah sangat besar, ataupun jumlah yang biasa. Awan panas ini mempunyai sifat yang sangat panas. Awan panas berasal dari dalam perut gunung atau berut bumi yang bersumber dari magma yang mempunyai suhu yang sangat panas. Awan panas mempunyai sifat seperti asap, yakni mudah terbawa angin sehingga awan panas pun bisa berpindah tempat hingga membumbung tinggi ke angkasa atau terbang ke wilayah lain. Kecepatan perpindahan awan panas ini juga sangat tinggi lho, maka dari itulah kita harus waspada. Awan panas ini sifatnya merusak, terlebih jika melewati tumbuhan, binatang atau bahkan manusia. Apabila jumlah kepulan besar awan panas ini menerjang hutan, maka pohon- pohon yang ada di hutan tersebut bisa mati. Apabila awan panas menerjang kandang ternak, maka terna- ternak yang ada di kandang juga bisa mati. Tidak lain apabila awan panas menerjang pemukiman manusia, pastilah juga terdapat banyak korban jiwa. Selain bersifat panas, awan panas juga mengandung gas- gas yang sifatnya tidak baik bagi pernafasan. Awan panas oleh masyarakat yang berada di sekitar gunung Merapi (Yogyakarta) dijuluki sebagai “Wedhus Gembel” yang berarti biri- biri. Dijuluki demikian karena awan panas ini mempunyai bentuk yang menggulung- gulung layaknya bulu kambing biri- biri.
  1. Terjadinya hujan abu
Tanda yang paling ekstrim dari tanda- tanda atau ciri- ciri gunung api akan meletus adalah terjadinya hujan abu. Apabila kita biasanya hujan air, maka lain halnya ketika gunung berapi disekitar kita akan meletus. Hujan yang turun biasanya adalah abu. Hujan abu menandakan bahwa bahwa gunung sudah mengalami erupsi atau akan mengalami erupsi lebih besar lagi. Hujan abu ini layaknya awan panas, jadi bisa terbawa oleh angin. Abu yang turun berasal dari dalam perut bumi. Oleh karena massa nya yang ringan, maka abu ini terbawa kemanapun angin berhembus. Jadi tidak harus area yang dekat dengan gunung saja yang harus terkena hujan abu ini. misalnya ketika gunung Merapi di Yogyakarta yang tengah mengalami erupsi dan menyemburkan abu vulkanik. Pada saat itu angin yang bertiup lebih banyak menuju ke arah barat. Maka hujan abu yang terjadi adalah di wilayah yang berada di barat gunung Merapi. Pada waktu itu, hujan abu bahkan sampai mengguyur Kota Bandung. Sementara di daerah yang berada di timur gunung Merapi (bahkan yang dekat sekalipun, seperti Kabupaten Klaten) tidak terkena hujan abu dari gunung Merapi.
Itulah beberapa tanda atau ciri- ciri dari gunung berapi yang akan mengalami erupsi atau gunung berapi yang akan meletus. Dengan demikian, ketika kita merasakan atau menemui beberapa dari gunung tersebut, maka kita sudah bisa mengetahui bahwa gunung tersebut akan mengalami erupsi, dan kita bisa lebih waspada.
Dampak Letusan Gunung Berapi
Bencana alam yang terjadi di dunia ini memanglah bermacam- macam. Salah satu bencana alam yang terjadi di bumi ini adalah meletusnya gunung berapi. Sebenarnya meletusnya gunung berapi ini bisa diantisipasi (perihal korban jiwa), karena kedatangannya pasti menyertakan tanda- tanda. Namun untuk kerugian berupa material mungkin akan sulit untuk dihindari, mengingat gunung meletus tidak akan bisa dicegah. Yang ada, kita harus mengupayakan penyelamatan bagi diri sendiri. adapun beberapa akibat gunung meletus antara lain sebagai berikut:
  1. Dampak Negatif
  • Kerugian materiil
Yang paling mencolok mengenai dampak dari bencana alam adalah kerugian material atau kekayaan berupa harta. Gunung meletus dapat menyebabkan masyarakat kehilangan banyak harta bendanya. Memang benar kekayaan seperti uang, ternah, dan perabotan rumah tangga bisa ikut diungsikan. Namun untuk rumah misalnya, benda tetap seperti itu tidak dapat dipindahkan sehingga tetap akan menjadi korban ketika lahar panas melewatinya.
  • Banyak lahan pertanian dan perkebunan rusak
Selain rumah dan juga gedung, yang juga akan rusak adalah lahan pertanian dan perkebunan masyarakat. Mayoritas masyarakat yang ada di kawasan gunung berprofesi sebagai petani, baim di sawah maupun di kebun. Ketika lahan pertanian atau perkebunan mereka terterjang lahar (baca: pengertian lahar dingin dan lahar panas) gunung berapi, maka otomatis akan rata dengan material perut bumi baik pasir maupun bebatuan. Dengan demikian sulit untul melakukan penanaman sebelum membersihkan material- material tersebut.
  • Banyak rumah yang hancur
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwasannya beberapa harta kekayaan masyarakat tidak dapat dipindahkan, yakni meliputi bangunan dan tanah. Ketika lahar panas menerjang maka rela tidak rela, masyarakat harus merelakan rumah mereka rusak karena terkena terjangan lahar panas tersebut.
  • Banyak binatang dan tumbuhan yang mati
Kerugian tidak hanya dialami oleh manusia saja, namun juga binatang dan juga tumbuh- tumbuhan. Memang benar bahwa sebelum gunung meletus, binatang yang ada di gunung (baca: ciri- ciri gunung api mati) akan turun untuk menyelamatkan diri meteka. Namun tidak semua binatang. Bagi binatang yang merasa terlalu berbahaya apabila turun ke bawah, mereka akan mati akibat suhu panas yang terjadi. Apalagi tumbuhan sebagai makhluk pasif, banyak dari pepohonan yang akan mati.
  1. Dampak Positif
Selain dampak negatif, ternyata gunung meletus juga memiliki dampak positif. Apa dampak positif gunung meletus? Yakni kesuburan tanah menjadi semakin meningkat. Material yang dikeluarkan gunung berapi mempunyai sifat sangat subur, sehingga ketika mterial tersebut menutupi permukaan bumi, maka tanahnya juga subur (baca: ciri tanah subur dan tidak subur).
Nah, itulah beberapa dampak yang dapat ditimbulkan oleh gunung meletus. Lebih banyak dampak negaif daripada positif, maka dari itulah kita harus waspada ketika melihat tada- tanda gunung meletus.

sumber :https://ilmugeografi.com/bencana-alam/gunung-meletus

Berkenalan dengan Mitos Dewi Sri Berkaitan dengan Ritual Penyeimbang Alam

Berkenalan dengan Mitos Dewi Sri Berkaitan dengan Ritual Penyeimbang Alam 

Desember 10, 2017


Pengertian Mitos
Mitos adalah pengetahuan penggabungan dari pengalaman-pengalaman indrawi dan kepercayaan. Latar belakang diterimanya mitos sebagai suatu kebenaran, hal ini karena dilatarbelakangi oleh keterbatasan indrawi keterbatasan penalaran dan hasrat ingin tahunya yang segera ingin dipenuhi.
Mitos berasal dari rasa ingin tahu manusia yang terus berkembang melalui pengamatan dan pengalaman indrawi sehingga mampu menemukan apa yang diinginkannya, tetapi karena memang manusia adalah mahluk yang tidak mudah puas dengan apa yang telah mereka ketahui bahkan sering menemukan jawaban-jawaban yang tidak dapat memecahkan masalah dan tidak memuaskan dirinya, pada masa kuno sering mereka mencoba mencari-cari jawaban dengan me-reka- reka bahasa untuk memuaskan dirinya terhadap fenomena alam yang dilihat, dirasakan, didengar maupun dicium oleh mereka.
Pembagian Mitos
Mitos sebenarnya : Manusia bersungguh-sungguh dan dengan alasannya menerangkan gejala alam yang ada tetapi karena kurangnya pengetahuan alasan tersebut kurang tepat.
Cerita rakyat : Usaha manusia mengisahkan peristiwa penting yang menyangkut kehidupan masyarakat, karena cerita disampaikan dari mulut ke mulut.
Legenda : Dikemukakan tentang seorang tokoh yang dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi pada suatu tempat dan waktu.
Mitos Dewi Sri tentang Hakikat Hidup
Mitos Dewi Sri adalah sebuah cerita kepercayaan rakyat yang sudah sangat tua atau lama. Mitos atau cerita Dewi Sri dikenal di kalangan masyarakat Jawa baik secara lisan maupun tertulis. Pada cerita lisan yang tersebar di kalangan masyarakat luas terdapat berbagai macam versi namun inti ceritanya tetap sama. Bentuk penyebaran lainnya adalah secara tertulis dalam bentuknya naskah cerita. Dalam naskah-naskah lama cerita Dewi Sri tidak berdiri sendiri tetapi bergabung dengan atau termasuk dalam suatu bagian cerita yang besar, namun seperti halnya dalam cerita lisan inti ceritanya tetap sama.
Dikalangan masyarakat Jawa Dewi sri merupakan mitos yang sangat terkenal. Pada hakikatnya Dewi Sri berkaitan erat dengan filosofi masyarakat Jawa tentang kehidupan, khususnya pada masyarakat yang agraris. Dewi Sri (Dewi Padi) masih dianggap sangat penting dalam masyarakat pedesaan yang agraris. Kepercayaan akan tercapainya keseimbangan kosmos selalu berada dibenak masyarakat  yang tradisional.
Cerita Dewi Sri versi lisan dan tulisan ini memiliki satu keunikan jika diperhatikan secara seksama. Keunikan tersebut terletak pada versi pengembangan garis besar ceritanya. Pengembangan versi cerita bertumpu pada 11 hal, yaitu:
1.      Pertama, Dewi Sri berasal dari kahyangan.
2.      Kedua, Dewi Sri istri Raden Sedana.
3.      Ketiga, Dewi Sri, memiliki kecantikan yang sempurna.
4.      Keempat, Dewi Sri sebagai istri Raden Sedana menghadapi persoalan dengan raksasa Kala.
5.      Kelima, Dewi Sri dan Raden Sedana melarikan diri ke hutan untuk menghindari raksasa kala.
6.      Keenam, Dewi Sri dan Raden Sedana bersembunyi di hutan.
7.      Ketujuh, Dewi Sri dan Raden Sedana berjanji membalas budi rakyat yang telah menolong mereka berdua.
8.      Kedelapan, Dewi Sri dan Raden Sedana, akhirnya mati karena sakit.
9.    Kesembilan, setelah kematian Dewi Sri dan Raden Sedana dari tempat kuburnya muncul tanaman yang sangat berguna bagi manusia.
10.  Ke sepuluh, raksasa Kala sangat marah dan menjelma menjadi binatang perusak tanaman rakyat.
11.  Kesebelas, Dewi memohon pada dewata agar mau menolong rakyat. Pada bagian yang kesebelas ini versi pengembangan ceritanya banyak sekali.
Dewi Sri memang bukan makhluk manusia. Dewi Sri adalah makhluk supernatural dari Jenis perempuan. Kemudian menjelma ke bumi, Dewi Sri membalas budi manusia yang menolongnya dengan cara meninggalkan tanaman yang berguna bagi umat manusia. Ketika sudah meninggalkan bumi kembali ke dunia supernatural, masyarakat mengenangnya dengan membuat kegiatan upacara. Kegiatan upacara mengenang jasa Dewi Sri ini, akhirnya berkembang menjadi kegiatan Ritual Budaya.
Dalam sebuah desa ada yang masih kental dengan Ritual Budaya yang berkaitan dengan penyeimbang alam, dan tidak luput dari mitos Dewi Sri, nama desa tersebut yaitu: Kp. Pasir Eurih, Desa Sindanglaya, Kec. Sobang, Kab. Lebak, Prov. Banten. Dan Ritual tersebut mereka sebut dengan Budaya 7 Rukun Tani. Budaya 7 Rukun Tani adalah Merupakan simbol dari kerukunan hidup bermasyarakat, bernegara dan beragama.
Budaya 7 Rukun Tani
A. Sejarah Singkat
Menurut buku cerita asal mula padi yang diberi nama dongeng Sulamjana oleh masyarakat Pasir Eurih, padi tumbuh dari kuburan Dewi Pohaci dan diberikan oleh Sang Pramesti Dewa Guru kepada Prabu Siliwangi untuk ditanam dan dirawat dengan baik.
Terinspirasi dari buku cerita diatas saur kasepuhan, kaolotan Pasir Eurih menciptakan 7 tahapan cara merawat padi atau biasa disebut 7 Rukun Tani. Sejak turunan yang pertama (kai buyut Arsinem) sampai sekarang keturunan yang ke 5 (Abah Aden Sukarmas Armali Putra), 7 rukun tani tersebut dilaksanakan setiap tahun. Di setiap tahun selalu diadakan selamatan, tawasul, pembacaan sejarah nabi Ibrahim dan pembacaan dongeng Sulamjana. Selamatan itu diadakan secara bersama-sama dirumah Kasepuhan yang mereka sebut Imah Gede (Rumah Besar).
B.  Melestarikan Budaya 7 Rukun Tani
Masyarakat Pasir Eurih dibawah pimpinan Abah Aden masih tetap mempertahankan Budaya 7 Rukun Tani. 7 Rukun Tani yang dititipkan para leluhur dan harus tetap dijaga kelestariannya khusus untuk menanam padi jangkung atau padi alami dimulai dari huma gebrugan (ladang punya olot). Adapun tahapannya sebagai berikut: 
- Asep Leuweung
Asup leuweung adalah pertama menggarap tanah darat atau sawah untuk menanam padi. Semua orang tidak boleh menggarap tanah sebelum diadakan selamatn yang dipusatkan diimah Gede. Diadakan malam hari tawasul ka karuhun, siang harinya narawas huma gebrugan (memberi ciri untuk ladang olot). Keesokan harinya baru masyarakat boleh menggarap tanah masing-masing. 
- Nibakeun
Nibakeun adalah menanam benih padi (ngaseuk) dihuma gebrugan. Sebelum nibakeun malam harinya selamatan di imah gede, tawasul ka karuhun, membaca sejarah nabi Ibrahim. 
- Ngubaran Pare
Ngubaran Pare adalah mengobati padi. Yang unik disini mengobati padi bukan menggunakan obat kimia, tetapi menggunakan cendol dari tepung beras dan disimpan di pungpuhunan (tempat pertama menanam padi di ladang) atau disanggapan (sawah paling hulu). Sebelumnya sama seperti diatas, selamatan, tawasul, membaca sejarah nabi Ibrahim dan membaca Sulamjana. 
- Mapag Pare Beukah
Mapag Pare beukah adalah menjemput padi berubah. Sebelumnya sama seperti diatas, selamatan, tawasul, membaca sejarah nabi Ibrahim dan membaca Sulamjana. Siang harinya menyimpan panglay dan dodol dipungpuhunan atau disanggapan. 
- Beberes
Beberes adalah selamatan, tawasul, membaca sejarah nabi Ibrahim dan membaca Sulamjana karena akan memotong/mengetem padi. 
- Ngadiukeun
Ngadiukeun adalah netepkeun/ menyimpan padi dilumbung sebelumnya biasa mengadakan selamatn, tawasul, membaca sejarah nabi Ibarahim dan membaca Sulamjana. 
-  Serentahun
Serentahun adalah syukuran kepada sang pencipta (Allah) atas hasil yang telah didapat dan meminta hasil (rizki) yang akan datang. Serentahun ini adalah acara puncak bertani padi atau pesta panen, biasanya selain selamatan, tawasul, membaca sejarah Syeh Abdul Qodir Zaelani, juga ada hiburan berbagai macam kesenian.
C.  Larangan-Larangan Rukun Tani
Pada hari-hari tertentu para petani dilarang menggarap tanah, apabila tanah tersebut mau ditanami padi, yaitu pada:
- Hari Minggu
- Hari Jum’at
- Tanggal 15 dan 30 setiap bulan Tahun Hijriah
D. Rukun Tani Merupakan Simbol
Budaya 7 Rukun Tani adalah Merupakan simbol dari kerukunan hidup bermasyarakat, bernegara dan beragama. Dengan semboyan “kudu Runtut Raut Sauyunan, sabobot sapihanean, Sabagja sacilaka, Kacai jadi saleuwi kadarat jadi salogak. Ulah paluhur luhur tangtung, pangirang girang tampian.”
E. Titipan dan Tutupan
Selain memimpin 7 Rukun Tani, kaolotan Pasir Eurih juga mendapat titipan dari leluhurnya, yaitu: “kudu bisa nuntun karahayuan, nyayak kamokahaan, ngasuh ratu nyayak menak, tur singhade ngajaga gunung tutupan jeung titipan (Gunung Bongkok) ulah nepi ka rusak”. Gunung Bongkok adalah sebuah gunung sumber mata air bagi masyarakat Pasir Eurih.

Memahami Hakikat Sejarah Interaksi Manusia dan Alam

Memahami Hakikat Sejarah Interaksi Manusia dan Alam

Desember 10, 2017
Manusia merupakan makhluk yang istimewa berbeda dengan makhluk lainya di muka bumi,manusia merupakan makhluk pilihan yang mendiami hampir seluruh permukaan bumi dan melakukan pengelolaan terhadapnya, berbeda dengan makhluk lainnya seperti tumbuhan,hewan manusia memiliki akal budi yang dengan itu manusia mengolah alam untuk dapat di manfaatkan sebesar-besarnya bagi kelangsungan hidupnya, membangun peradababan dan  juga kebudayaan , di takdirkan sebagai pemimpin di muka bumi manusia di anugrahi segenap potensi yang luar biasa untuk terus mengembangkan nalarnya dan hal ini tidak di miliki makhluk lainnya.dari hal yang tidak mungkin menjadi mungkin ,dari hal yang mustahil menjadi nyata ,tidak ada hal yang tidak bisa di lakukan bahkan dari kemungkinan paling kecil pun manusia selalu bisa menemukan cara dan selalu keluar sebagai pemenang.yang di maksud adalah alam yang menjadi tantangan manusia dari masa ke masa dari jaman prasejarah manusia senantiasa bergelut dengan alam,alam menjadi sumber kehidupan bagi manusia sekaligus menjadi rival terbesar manusia dalam rangka menjinakan nya dari alam liar menjadi alam yang lebih bersahabat bagi manusia hingga sampai saat ini.
Alam sendiri merupakan keseluruhan dari  realitas yang ada di sekeliling manusia tanpa menafiakn bahwa manusia sendiri merupakan bagian dari alam itu sendiri dan melihat hubungan keduanya bahwa manusia adalah mikrokosmos dan alam sebagai makrokosmos dan kedunya saling berkaitan satu sama lain sebagai bagian dari keseluruhan system yang berkerja saling bertautan satu sama lain.interaksi keduanya adalah mengenai cara pandang manusia terhadap alam dan reaksi alam terhadap manusia , yupz alam adalah makhluk dan sama ia pun memandang manusia ,alam memberikan tantangan dan manusia memberikan jawaban ,begitu juga sebaliknya manusia memberikan tantangan dan alam memberikan jawabannya ,agar tidak  terlalu luas alam di sini di persempit dalam lingkup planet bumi tempat kita hidup .
Pada masa lalu alam bumi di pandang manusia sebagai sesuatu yang besar dan luar biasa dan di pandang sebagai sesuatu yang berada di atas manusia bersama fenomena yang mengiringi nya ,manusia selalu mengaitkanya dengan daya-daya dari sosok yang berada di luar kemampuan manusia dan untuk itu manusia selalu menghormatinya bahkan memujanya dengan memberikan persembahan-persembahan ,alam merupakan realitas sacral yang tabu untuk di pertanyakan dan di dekati untuk itu manusia menciptakan norma-norma yang mungkin pada masa kini lebih di sebut takhayul dan jika kita melanggar norma ini senantiasa ada konsekuensi yang mengiringinya hal ini berlangsung selama puluhan ribu tahun sebelum manusia kemudian menemukan pandangan lain tentang  alam itu sendiri.Secara umum tahap-tahap perkembangan pengetahuan manusia ini terbagi dalam beberapa fase yaitu ; Teologis ,yaitu pemahaman bahwa semua yang ada di alam ini memiliki jiwa di sebabkan eksistensi di luar manusia;Metafisis,manusia masih berfikir kekuatan yang ada di luar manusia ini menyebabkan gejala-gejala alam ;Positif ,manusia telah sanggup berfikir secara ilmiah dan manusia mulai mendekati alam,manusia mulai mempelajari alam dan menyingkap fenomena-fenomena yang ada di dalam nya,dengan itu manusia pun berusaha menngintervensi alam,jika boleh di bilang kita lah yang ada pada tahapan yang terakhir ini. Selain itu juga di kenal dua prinsip umum dalam mengenali hubungan manusia dengan alam yaitu ; Fisis determinish dan Posibelisme, dua prinsip ini saling bertolak belakang jika Fisis determinish memandang manusia senantiasa menyatu dengan alam sedangkan Posibelisme memandang manusia dengan segala pengetahuan nya senantiasa dapat menguasai alam. Bagi masyarakat tradisional yang masih luhur dengan nilai kebijaksanaan local Fisis determinish merupakan pandangan utama yang sangat di junjung dan di hormati di dalam setiap laku kehidupan sehari-hari , sedangkan bagi sebagian mereka masyarakat intelektual yang di anggap lebih maju Posibelisme merupakan pandangan umum yang di anggap lebih logis,seringkali menempatakan pada sikap yang terlampau ekstrim karena pandangan ini manusia merasa berhak untuk mengeruk sebesar-besarnya kekayaan alam dengan membabi buta dengan menganggap bahwa segala gejala yang di timbulkan adalah hal yang dapat di kendalikan,karena manusia mewarisi alam dan alam dapat tunduk kepada kehendak manusia.Dalam sejarah umat manusia beberapa hal manusia dapat menguasai alam dan merubah sejarah muka bumi hingga sampai pada saat ini yaitu ketika manusia pertama kali menemukan Api dan kemudian manusia hidup menetap,dari Api manusia menciptakan alat untuk bertahan hidup,bukan hanya dalam mengendalikan alam,atau menjawab tantangan alam, bahkan menciptakan senjata pemusnah yang efektif  ketika manusia mulai bertikai antara manusia itu sendiri,Api juga merupakan unsur dari alam dan dari sini walaupun tidak secara nyata kita dapat dapat melihat bahwa alam menjawab tantangan manusia melalui apa yang terjadi lewat manusia itu sendiri atau yang berkenaan dengan alam secara langsung lewat gejala-gejala alam yang merugikan manusia seperti yang kita saksikan melalui bencana-bencana seperti banjir,perubahan iklim,longsor,gunung meletus,gempa bumi,bahkan fenomena social seperti Peperangan,bukan bukan hanya di pandang sebagai suatu gejala namun merupakan raksi alam dalam rangka mengembalikan ke seimbangannya Setelah rusak oleh oleh manusia yang terlalu ponggah dengan segala pengetahuannya.
Pada hakikatnya kita harus menyadari pada dasarnya Alam juga merupakan sebuah eksistensi makhluk yang hidup sama seperti manusia walau sekalipun tidak dapat kita lihat dengan kasat tapi di Juga memiliki Ruh yang hidup dan bernafas sebagai bukti dari adanya hakikat yang satu ialah Yang maha Esa,yang santun terhadap siapa yang ramah dan mau hidup bersama dan membeladirinya dari  pengerusakan yang di  lakukan manusia sekuat apapun kita mencoba menguasai alam kita tidak akan pernah bisa memprediksi dan menahan saat alam menampil kan murkanya yang juga merupakan murka yang Maha kuasa dan juga ujian dan bahan renungan bagi manusia .Hal terbijak yang sebaiknya di lakukan ialah ketika kita sebagai manusia yang berakal budi dengan segala kelebihan yang di milikinya juga justru dapat hidup bersama dengan alam sebagai sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. 

Populasi dan Komunitas Makhluk Hidup

Populasi adalah sekelompok mahkluk hidup dengan spesies yang sama, yang hidup di suatu wilayah yang sama dalam kurun waktu yang sama pula. Anggota-anggota populasi secara alamiah saling berinteraksi satu sama lain dan bereproduksi di antara sesamanya.
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan populasi adalah:
1.      Natalitas
2.      Mortalitas
3.      Migrasi
Faktor yang mempengaruhi kepadatan populasi adalah:
1.      Kompetisi
2.      Predasi
3.      Penyakit
4.      Cekaman atau stress
Komunitas adalah kumpulan populasi berbagai jenis makhluk hidup yang saling berinteraksi. Interaksi itu dapat bermacam-macam:
1.   Netral, diantara populasi tidak ada saling mempengaruhi , misalnya populasi semut dan lebah.
2.   Kompetisi, terjadi persaingan antar populasi, misalnya populasi zebra dan rusa.
3.   Mutualisme, kalau hubungan antar populasi saling menguntungkan, misalnya antara populasi semut dan kutu pohon.
4.   Predasi, jika anggota populasi akan dimakan oleh anggota populasi yang lain, yang makan disebut predator, yang dimakan disebut mangsa, misalnya antara populasi singa dan rusa.
5.   Parasitisme, kalau salah satu populasi jadi parasit dari populasi yang lain. Misalnya antara pohon dengan benalu
6.   Komensalisme, interaksi antar populasi, dimana yang satu untung yang lain tidak rugi, misalnya antara pohon dengan anggrek.
Komunitas dapat terbagi menjadi 3 komponen:
1.   berdasarkan Lokasi atau Tempat Wilayah atau tempat sebuah komunitas dapat dilihat sebagai tempat dimana sekumpulan orang mempunyai sesuatu yang sama secara geografis.
2.   berdasarkan Minat
3.   berdasarkan Komuni. Komuni dapat berarti ide dasar yang dapat mendukung komunitas itu sendiri.
Ekosistem adalah kesatuan dari komunitas dengan lingkungan hidupnya. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya.
Lingkungan hidup organisme ada 2 yaitu:
a.   Lingkungan abiotik: tanah, air, udara, cuaca, iklim, suhu, cahaya dll.
b.   Lingkungan biotik: organisme lainnya (semua makhluk hidup yang terdapat dalam suatu ekosistem)
Lingkungan biotik dibedakan 3 kelompok:
1.   Produsen: makhluk hidup yang yang menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis, dengan mengubah zat anorganik menjadi zat organik, misalnya adalah tumbuhan yang memiliki klorofil.
2.   Konsumen: kelompok m.h. yang makanannya tergantung secara langsung maupun tidak langsung pada produsen, contoh hewan dan manusia.
3.   Pengurai: makhluk hidup yang menguraikan sisa makhluk hidup yang sudah mati, dengan menguraikan zat organik dari tubuh yang mati menjadi zat anorganik, sehingga dapat digunakan kembali oleh produsen. termasuk kelompok ini adalah bakteri dan jamur.
Dalam ekosistem ada:
o   Rantai makanan (food chain): Perpindahan energi dari sinar matahari yang dipakai oleh tumbuhan melalui serangkaian organisme dalam peristiwa makan memakan dengan arah tertentu./ proses “saling makan” dalam suatu ekosistem.
o   Jaring-jaring makanan: rantai makanan yang satu dengan yang lainnya dalam suatu ekosistem akan  “saling menjalin”, sehingga membentuk jaring-jaring makanan.
Contoh Rantai makanan:
Di Darat                                                            Di Laut
Ketimun                                                       Fitoplankton
Kancil                                                         Zooplankton
Ular                                                             Ikan Kecil
  Burung Elang                                              Ikan Besar
B.     Berbagai Bentuk Ekosistem Alami
Berbagai bentuk ekosistem alami, antara lain:
·     Ekosistem darat
Ekosistem darat terdiri atas beberapa ekosistem, di antaranya ekosistem hutan hujan tropis, sabana, padang rumput, dan gurun. Ekosistem hutan hujan tropis terdapat di daerah tropis dan subtropics. Ekosistem ini memiliki pepohonan yang banyak dan memiliki curah hujan yang tinggi.Ekosistem sabana terdapat di wilayah dengan tingkat curah hujan yang rendah. Sabana yang terluas terdapat di Afrika dan Australia. Hewan yang hidup di sabana antara lain serangga, zebra, dan singa. Sementara itu, ekosistem padang rumput terdapat di daerah tropis dan underling tropis. Dalam ekosistem ini, hujan turun tidak teratur. Hewan yang hidup di ekosistem ini antara lain gajah, jerapah, dan singa.
·     Ekosistem air
Ekosistem air terdiri atas beberapa ekosistem, yaitu ekosistem air tawar, ekosistem air laut, ekosistem sungai, dan ekosistem terumbu karang. Ekosistem air tawar memiliki ciri-ciri memiliki variasi suhu yang tidak mencolok, pencahayaan kurang, dan terpengaruh iklim dan cuaca. Ekosistem air laut memiliki kadar garam yang tinggi. Dalam ekosistem air laut, memiliki suhu yang tinggi dan penguapan yang tinggi. Sementara itu, ekosistem sungai terdiri atas hewan seperti ikan, buaya, hewan lainnya yang sering berada di sungai.Ekosistem terumbu karang terdiri atas coral yang berada dekat pantai. Hewan-hewan yang berada di terumbu karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lainnya. Kehadiran terumbu karang di dekat pantai membuat pantai memiliki pasir putih.
·    Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah. Contoh ekosistem buatan antara lain bendungan, sawah irigasi, dan perkebunan kelapa sawit. Ekosistem buatan antara lain: Hutan buatan, sawah, ladang, kebun, desa, kota, bendungan, kolam.
C.     Aliran Energi Dan Materi Dalam Ekosistem Alami
Siklus materi : materi dari tanah dan air serta udara, masuk ke produsen dan konsumen kemudian oleh pengurai dikembalikan lagi kedalam air, tanah maupun udara dalam bentuk mineral-mineral dan gas yang diambil lagi oleh produsen. Aliran materi seperti nutrien, air, karbon, nitrogen, dan fosfor di alam berupa siklus yang abadi.
Beberapa siklus materi:
1.   Siklus air: pada mh. Air kembali melalui proses penguapan dan pernafasan.
Siklus air kecil terjadi bila air laut menguap dan membentuk awan, kemudian mengalami proses pengembunan menjadi hujan yang jatuh ke laut lagi. Siklus air sedang tjd bila hujan tsb jatuh di daratan, air sebagian meresap ke dalam tanah menjadi air tanah, sebagian lagi mengalir ke sungai, danau dan akhirnya ke laut menjadi air permukaan.       Uap air dari sungai, danau, dan laut tersebut membentuk awan lagi dst. Hewan memperoleh air berupa air minum dan makanan yang mengandung air, sedang tumbuhan memperoleh air dari tanah melalui akar.
2.   Siklus karbon: CO2 dari pernafasan, diambil tumbuhan untuk proses fotosintesis yg kemudian disimpan dalam bentuk senyawa organic, s. organic ini dimakan konsumen. Jika m.h. mati maka senyawa karbon dalam tubuhnya akan diuraikan oleh pengurai menjadi senyawa an organic yang akan dimanfaatkan oleh tumbuhan dst. Penguraian C dalam tumbuhan dapat terjadi sangat lambat sampai jutaan tahun, yang akhirnya terbentuklah batu bara, minyak bumi dll
3.  Siklus oksigen berhubungan langsung dengan siklus carbon, yaitu tjdnya pernafasan dan fotosintesis.
4.   Siklus nitrogen: bila protein pada m.h. yang telah mati diuraikan oleh pengurai menjadi senyawa N dalam tanah terutama gas NH3, jika bereaksi dengan air akan memben-tuk ion NH4 yang langsung dapat diserap kembali oleh tumbuhan. Udara banyak sekali mengandung N2 (78%) tapi hanya bakteri pengikat N2 yang dapat memanfaatkannya secara langsung menjadi senyawa N dalam tanah, mis: Azotobacter  yang hidup bebas dan Rhizobium yang bersimbiosis dengan akar kacang-kacangan. Kilat dan halilintar juga dapat mengubah N2 menjadi senyawa N yang jatuh ke tanah bersama air hujan, di tanah kelompok I bakteri nitrifikasi mengubah ion NH4+ menjadi senyawa nitrit, kemudian oleh bakteri nitrat akan diubah menjadi senyawa nitrat yang siap diisap oleh tumbuhan.
Aliran energi : mh. Memperoleh energi dari sinar matahari , energi ini kemudian pindah ke produsen , konsumen dan akhirnya ke pengurai, sedangkan sebagian lain tersebar ke lingkungan, artinya energi yang sudah terlepas ke lingkungan tidak dapat kembali lagi masuk ke dalam sistem kehidupan. Aliran energi berupa makanan dan jaring makanan dari komponen-komponen produsen, konsumen dan pengurai, aliran energi ini dapat berupa simbiosis antar organisme yang saling membutuhkan.
D.    Macam-Macam Bentuk Pola Kehidupan
Pola kehidupan dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
1. Pola kehidupan didarat
Faktor-faktor yang mempengaruhi pola kehidupan di darat, antara lain:
a.                        keadaan tanah
b.      suhu
c.       angin
d.      Kelembaban udara
e.       Curah Hujan
f.        Pancaran Sinar Matahari
Pola kehidupan di darat dapat mengalami perubahan menurut musim, misalnya:
Pada waktu musim hujan kelembaban udara cukup tinggi, tanah basah, tumbuhan hidup subur. Dan  Pada waktu musim kemarau kelembaban udara menurun, tumbuhan sebagian mati.

2.   Pola kehidupan di air
Lingkungan hidup di air dapat dibedakan menjadi:
·     Lingkungan air tawar: sungai, rawa, kolam, parit
·     Lingkungan air asin: laut
·     Lingkungan air payau: danau air tawar.
Faktor yang penting dalam kehidupan di air adalah sifat-sifat air itu sendiri, misalnya:
    a)      Pola kehidupan di air akibat cahaya matahari
§  Lingkungan air yang tembus cahaya matahari mengakibatkan tumbuhan hijau sebagai produsen dapat mengadakan proses fotosintesis. Proses fotosintesis menghasilkan zat makanan yang berguna bagi tumbuhan air dan merupakan sumber makanan bagi makhluk hidup lainnya di dalam air.
§  Lingkungan air yang dalam tidak tembus cahaya matahari merupakan daerah yang tidak ada produsen, sehingga hewan yang hidup adalah pemangsa dan pengurai (karnivora dan saprovora), yang mendapat makanan dari bahan-bahan yang mengendap di dasarnya.
§   Dalam kehidupan air berlangsung perpindahan energi dari sinar matahari ke tumbuhan air ke konsumen.
b)   Pola kehidupan di air akibat zat-zat pelarut
§  Limbah-limbah industri yang terlarut di dalam air dapat mengakibatkan produsen dalam air tidak berkembang sehingga ikan-ikan kekurangan makanan dan akhirnya mati.
§  Pemupukan sering dilakukan pada kolam ikan agar tumbuhan air sebagai produsen tumbuh subur sehingga makhluk hidup di dalam air tidak kekurangan makanan.
c)   Pola kehidupan di air akibat gaya tekan ke atas
Karena adanya gaya tekan ke atas oleh air berlainan pada tiap kedalaman air, maka hewan yang hidup di daerah dasar berlainan jenisnya dengan yang hidup di daerah permukaan.
d)  Pola kehidupan di air akibat perubahan suhu
§  Suhu yang mudah berubah-ubah dapat mempengaruhi kehidupan di dalam air, baik untuk produsen maupun bagi makhluk hidup lainnya.
§  Pola kehidupan di dalam air di semua lingkungan sebenarnya sama, hanya jenis makhluk hidupnya yang berbeda, hal ini disebabkan oleh sifat khas masing-masing lingkungan air tersebut.

3.   Pola kehidupan yang khas
Hubungan timbal-balik antara komponen-komponen dalam suatu ekosistem merupakan pola kehidupan dalam suatu komunitas.
Pola kehidupan yang khas terbagi atas:
a)      Simbiosis
Simbiosis adalah cara hidup bersama antara dua makhluk hidup yang berbeda dalam hubungan yang erat.
Jenis-jenis simbiosis yaitu:
·     Simbiosis mutualisme, adalah cara hidup bersama yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, misalnya: kupu-kupu dengan bunga, badak dengan sejenis burung, dan lain-lain.
·     Simbiosis parasitisme, adalah cara hidup antara dua makhluk hidup yang berbeda, yang satu mendapat keuntungan, yang lainnya dirugikan, misalnya: benalu dengan pohon inang, tali putri dengan tumbuhan inang, kutu buah dengan tumbuhan inang, dan lain-lain.
·         Simbiosis komensalisme, adalah cara hidup antara dua makhluk hidup yang berbeda, yang satu diuntungkan sedangkan yang lainnya tidak dirugikan, misalnya: ikan hiu dengan ikan-ikan remosa, tumbuhan paku dengan pohon yang tinggi, dan lain-lain.
b)      Antibiosis
Antibiosis atau anti simbiosis adalah persekutuan hidup antara dua jenis makhluk hidup, yang satu menghambat kehidupan makhluk hidup lainnya. Misalnya: Pennicillium dengan jamur dan bakteri tertentu pennicillium dapat menghasilkan penicilin (sejenis antibiotik) dan menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri tertentu. Macam-macam antibiotika yang dihasilkan dari pola kehidupan sebagai antibiosis, antara lain: Penisilin, Streptomisin, Kloromisin, Anreomisin, Teramisin, Tetraksiklin, dan lain-lain.

E.     Isu yang berkembang
Konsumsi energi yang tidak dapat diperbarui terutama minyak dan batu bara, mempunyai konsekuensi serius atas kerusakan lingkungan. Utamanya, dalam kasus pemanasan global dan perubahan iklim. Ini karena zat sisa bakaran kedua bahan bakar tersebut akan melepaskan gas rumah kaca yang berefek terhadap meningkatnya suhu bumi, dan mendorong terjadinya perubahan iklim. Perubahan iklim tersebut memiliki dampak lanjutan yang cukup berbahaya bagi elanhsungan hidup spesies manusia, dan mengancam apa yang kemudian disebut sebagaihuman security[3].
Selain itu perubahan iklim dapat mengancam spesies makhluk hidup lainnya yang tidak dapat bertahan hidup lagi karena tidak mampu menyesuaikan terhadap perubahan lingkungan dan iklim. Sehingga 20-30% spesies diperkirakan akan mengalami kepunahan.
Lebih jauh, dampak perubahan iklim dapat dilihat dalam kutipan berikut[5]
1.      Peningkatan suhu sedang-sejak tahun 1990, suhu rata-rata tahunan telah meningkat sekitar 0,3 derajat celcius pada seluruh musim;
2.      Peningkatan intensitas curah hujan- curah hujan per tahun diperkirakan meningkat 2-3% diseluruh Indonesia, dalam periode yang lebih pendek, meningkatkan resiko banjir secara signifikan;
3.      Ancaman terhadap keamanan pangan sebagai akibat perubahan iklim dalam bidang pertanian;
4.      Naiknya permukaan air laut – kini aan menggenangi daerah produktif pantai, memengaruhi pertanian,dan penghidupan pantai, termasuk pertambakan ikan dan udang, produksi padi dan jagung;
5.      Air laut bertambah hangat – memengaruhi keanekaragaman hayati klautan,dan memberi tekanan lebih pada terumbu karang yang sudah terancam;
6.      Merebanya penyakit yang berembang biak lewat air dan vetor- seperti malaria dan demam berdarah.
F.      Pandangan Menurut Al-Qur’an
1.      Lingkungan Sebagai Suatu Sistem

Suatu sistem terdiri atas komponen-komponen yang bekerja secara teratur sebagai suatu kesatuan. Atau seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Lingkungan terdiri atas unsur biotik (manusia, hewan, dan tumbuhan) dan abiotik (udara, air, tanah, iklim dan lainnya). Allah SWT berfirman :
“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakannya pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.” (QS. 15 : 19-20).
2.                  Pembangunan Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan manusia guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Allah SWT berfirman :
“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya, dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. 67 : 15)
Oleh karena itu, pembangunan lingkungan hidup pada hakekatnya untuk pengubahan lingkungan hidup, yakni mengurangi resiko lingkungan dan atau memperbesar manfaat lingkungan. Sehingga manusia mempunyai tanggung jawab untuk memelihara dan memakmurkan alam sekitarnya. Allah SWT berfirman :
“Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata : “Hai kaumku, sembalah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) dan lagi memperkenankan (do’a hamba-Nya).” (QS. 11 : 61)
Tujuan tersebut dapat dicapai apabila manusia tidak membuat kerusakan di bumi, sebagaimana firman Allah SWT :
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya Allah amat dekat kepada orang yang berbuat baik.” (QS. 7 : 56)

Berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita tentang beberapa hal, diantaranya agar melakukan penghijauan, melestarikan kekayaan hewani dan hayati, dan lain sebagainya.
“Barangsiapa yang memotong pohon Sidrah maka Allah akan meluruskan kepalanya tepat ke dalam neraka.” (HR. Abu Daud dalam Sunannya)
“Barangsiapa di anatara orang Islam yang menanam tanaman maka hasil tanamannya yang dimakan akan menjadi sedekahnya, dan hasil tanaman yang dicuri akan menjadi sedekah. Dan barangsiapa yang merusak tanamannya, maka akan menjadi sedekahnya sampai hari Kiamat.” (HR. Muslim)
 “Setiap orang yang membunuh burung pipit atau binatang yang lebih besar dari burung pipit tanpa ada kepentingan yang jelas, dia akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah.” Ditanyakan kepada Nabi :  “Wahai Rasulullah, apa kepentingan itu ?” Rasulullah menjawab : “Apabila burung itu disembelih untuk dimakan, dan tidak memotong kepalanya kemudian dilempar begitu saja.”
3.                  Sumber Daya Vital dan Problematikanya
Sumber Daya Lahan atau Tanah
Manusia berasal dari tanah dan hidup dari dan di atas tanah. Hubungan antara manusia dan tanah sangat erat. Kelangsungan hidup manusia diantaranya tergantung dari tanah dan sebaliknya, tanahpun memerlukan perlindungan manusia untuk eksistensinya sebagai tanah yang memiliki fungsi. Allah SWT berfirman :
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuhan-tumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak Beriman.” (QS. 26 : 7-8)
Sumber Daya Air
Selain lahan atau tanah, yang tak kalah pentingnya adalah air.“Everything originated in the water. Everything is sustained by water”. Manusia membutuhkan air untuk hidupnya, karena dua pertiga tubuh manusia terdiri dari air. Allah SWT berfirman : “Dan Kami beri minum kamu dengan air tawar ?” (QS. 77 : 27). Dan bahkan tanpa air seluruh gerak kehidupan akan terhenti.
Upaya yang bisa di tempuh antara lain : memperluas kawasan hijau (hutan kota), pemakaian bahan bakar akrab lingkungan (BBL), knalpot dipasang filter, dan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi.
4.                  Kerusakan Lingkungan

Manusia telah diperingatkan Allah SWT dan Rasul-Nya agar jangan melakukan kerusakan di bumi, akan tetapi manusia mengingkarinya. Allah SWT berfirman : “Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah membuat kerusakan di muka bumi”, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (QS. 2 : 11). Keingkaran mereka disebabkan karena keserakahan mereka dan mereka mengingkari petunjuk Allah SWT dalam mengelola bumi ini. Sehingga terjadilah bencana alam dan kerusakan di bumi karena ulah tangan manusia. Allah SWT berfirman :
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Katakanlah : “Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS. 30 : 41-42).
Pemanasan global (global warning) adalah peristiwa naiknya intensitas efek rumah kaca (ERK) yang terjadi karena adanya gas dalam atmosfer yang menyerap sinar panas (sinar inframerah) yang dipancarkan bumi. Gas itu disebut gas rumah kaca (GRK). Dengan penyerapan itu sinar panas terperangkap sehingga naiklah suhu permukaan bumi.
Seandainya tidak ada GRK dan karena itu tidak ada ERK, suhu permukaan bumi rata-rata hanya -18oC saja, terlalu dingin bagi kehidupan makhluk. Dengan adanya ERK suhu bumi adalah rata-rata 15oC, sehingga ERK sangat berguna bagi kehidupan di bumi. Akan tetapi, akhir-akhir ini semakin naiknya kadar GRK dalam atmosfer, yaitu CO2 dan beberapa gas lain (seperti CO2, CH4, dan N2O) menyebabkan naiknya intensitas ERK, sehingga suhu permukaan bumi akan naik pula. Inilah yang disebut global warning.
Kepunahan jenis berarti hilangnya sumber daya gen yang mengurangi kemampuan kita dalam pembangunan pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan. Penyebabnya antara lain karena adanya hujan asam dan penyusutan luas hutan, serta penggunaan sistem monokultur atau varietas unggul sehingga varietas lokal hilang, seperti varietas padi lokal yang hampir sirna.
Ozon ialah senyawa kimia yang terdiri atas tiga atom oksigen. Di lapisan atmosfer yang rendah ia mengganggu kesehatan dan di lapisan atas atmosfer ia melindungi makhluk hidup dari sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari. Apabila kadar ozon di stratosfer berkurang, kadar sinar ultraviolet yang sampai ke bumi bertambah. Maka resiko untuk mengidap penyakit
5.                  Solusi Pengelolaan Lingkungan

Proses kerusakan lingkungan berjalan secara progresif dan membuat lingkungan tidak nyaman bagi manusia, bahkan jika terus berjalan akan dapat membuatnya tidak sesuai lagi untuk kehidupan kita. Itu semua karena ulah tangan manusia sendiri, sehingga bencananya juga akan menimpa manusia itu sendiri QS. 30 : 41-42.
Pandangan holistik juga berarti bahwa semua permasalahan kerusakan dan pengelolaan lingkungan hidup harus menjadi tanggung jawab oleh semua pihak (pemerintah, LSM, masyarakat, maupun orang perorang) dan semua wilayah (baik lokal, regional, nasional, maupun internasional). Atau dalam konsep Partai Keadilan, lingkungan hidup harus dikelola secara integral, global dan universalmenuju prosperity dan sustainability.

Sumber : https://sebuahcerita08.blogspot.co.id/2016/08/makalah-ilmu-alamia-dasar-mahluk-hidup.html
.










Pola Pikir Manusia

POLA PIKIR MANUSIA 1.      Rasa Ingin Tahu Menurut ilmu alamiah bahwa manusia itu mempunyai ciri-ciri, yaitu jasmaniah komplek, mengalami me...